2 Provinsi Ini Alami Lonjakan Tajam Covid-19, Jokowi Minta Perhatian Khusus

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam peluncuran bantuan pemerintah subsidi gaji/upah untuk pekerja/buruh bergaji di bawah Rp5 juta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/08/2020). (Foto: Kemenkeu/Biro KLI)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam peluncuran bantuan pemerintah subsidi gaji/upah untuk pekerja/buruh bergaji di bawah Rp5 juta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/08/2020). (Foto: Kemenkeu/Biro KLI)

JAKARTA, 123berita.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mengingatkan para kepala daerah agar memegang penuh kendali dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di wilayah masing-masing.

Hal itu disampaikannya pada rapat terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (30/11/2020) di Istana Merdeka, Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Saya minta Menteri Dalam Negeri mengingatkan sekali lagi kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk betul-betul memegang penuh kendali di wilayahnya masing-masing yang berkaitan dengan masalah Covid-19 dan juga yang berkaitan dengan masalah ekonomi,” ujar presiden.

Ditegaskan, tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya, termasuk di tengah pandemi saat ini.

“Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus-kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian, dan indikator-indikator ekonomi yang ada,” tegas Jokowi, dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id.

Lebih lanjut, Kepala Negara meminta jajarannya agar memberikan perhatian khusus kepada dua provinsi yang mengalami peningkatan kasus drastis dalam sepekan terakhir, yakni Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

“Peningkatan dalam minggu ini, dalam dua hingga tiga hari ini peningkatannya sangat drastis sekali. Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis,” tegasnya.

Presiden mengingatkan jajaran terkait untuk berhati-hati dan mewaspadai peningkatan penyebaran Covid-19 karena berdasarkan data per 29 November 2020 terjadi peningkatan kasus aktif di Indonesia.

“Kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen. Meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tetapi hati-hati, ini lebih tinggi dari angka rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78 (persen),” tutur Jokowi mengingatkan.

Tingkat kesembuhan juga mengalami penurunan dari 84,03 persen minggu lalu menjadi 83,44 persen.

“Ini semuanya memburuk semuanya. Karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin,” ujar presiden.

Lebih lanjut, dalam Rapat Terbatas Jokowi juga meminta dilaporkan mengenai persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Terakhir yang berkaitan dengan masalah ekonomi, saya nanti juga minta di-update mengenai data terakhirnya,” pungkasnya.

Pos terkait