5 Alasan kenapa PNS diminati

Kalau kita lihat datanya memang peminat CPNS 2021 sudah mencapai 5,05 juta orang, itu cukup banyak. Dan jika kita bandingkan dengan salah satu data, jumlah pengangguran per Agustus 2021 mencapai 8,05 juta orang. Itu hanya dari data pengangguran, dengan asumsi mungkin mereka berminat bekerja salah satunya menjadi PNS, karena PNS yang diminati tentunya bukan pengangguran, peminatnya masih banyak dan bukan peminat lainnya.

Banyak website yang membahas mengenai tips CPNS salah satunya adalah lokerpintar.id.

Bacaan Lainnya

1. Pendapatan relatif lebih tinggi

Bagi sebagian orang, yang memiliki akses pendidikan yang baik, akses keuangan yang baik, dan akses ke hubungan yang berkualitas, pendapatan pegawai negeri tidak menarik. Namun jika kita melihat data jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 tercatat sebanyak 24,79 juta jiwa dan data tersebut belum termasuk data penduduk hampir miskin. Kemudian jika kita bandingkan dengan UMR masing-masing provinsi yang angkanya paling tinggi 4,3 juta untuk provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan pendapatan minimal PNS kementerian / lembaga dengan sampel nilai kinerja instansi, misalnya BB lebih dari 7,2 juta (asumsi lulusan S1, Kelas III-a, gaji pokok 2,6 juta berdasarkan PP 15/2019 dan tunjangan kinerja 4, 6 juta asumsi Grade 8 berdasarkan Perpres 123/2018 untuk Kementerian Dalam Negeri, Perpres 99/2018 untuk BPS, Perpres 117/2018 untuk BIN, Perpres 10/2020 untuk BMKG, Perpres 12/2020 untuk BSSN, Perpres 130/2017 untuk Kemenkumham, dan sebagainya serta tidak memperhitungkan tunjangan lain yang diatur sesuai peraturan perundang-undangan).

Sedangkan untuk instansi dengan nilai kinerja sampel A lebih dari 10,8 juta (asumsi lulusan S1 Kategori III-a, gaji pokok 2,6 juta berdasarkan PP 15/2019 dan tunjangan kinerja 8,2 juta dengan asumsi Grade 8 berdasarkan Perpres 84/2018 untuk BPK dan tidak memperhitungkan tunjangan lain yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan).

Oleh karena itu, pendapatan sebagian PNS Pemerintah Pusat tentu saja relatif lebih tinggi dibandingkan UMR masing-masing daerah, namun relatif lebih rendah dibandingkan sebagian BUMN, perusahaan nasional, khususnya perusahaan multinasional.

(Saya tidak memasukkan perbandingan PNS Pemerintah Daerah karena saya tidak tahu persis mekanisme pembayaran gaji di Pemerintah Daerah dan ada banyak data yang diperlukan untuk membandingkan jika PNS Pemerintah Daerah dimasukkan)

2. Karier yang jelas

Kita tentunya tidak ingin terjebak bekerja di satu posisi saja, kita pasti menginginkan kenaikan, kecuali ada sebagian dari kita yang mungkin merasa nyaman dengan posisi tertentu.

Nah, untuk Pengurus PNS sendiri mengacu pada PP 11/2017. Sedangkan Pedoman Penyusunan Karir Pegawai Negeri Sipil mengacu pada Perka BKN 35/2011.

Ada tiga promosi dalam organisasi ASN, yaitu promosi rutin setiap empat tahun, promosi ke opsi fungsional dan promosi struktural.

Belum lagi dengan adanya Reformasi Birokrasi, khususnya Bidang Perubahan ke-5 tentang Sumber Daya Manusia Aparatur, semakin menggembirakan bahwa banyak Kementerian dan Lembaga yang memiliki aturan, implementasi dan evaluasi yang jelas untuk pengelolaan pengembangan karir ASN, mulai dari pengangkatan, promosi hingga pensiun.

3. Kesempatan untuk berkembang

Kami juga menginginkan pengembangan soft skill dan hard skill baik yang terkait dengan pekerjaan kami maupun yang membantu pengembangan diri kami. Misalnya bagi kita yang merupakan lulusan S1, tentunya sebagian dari kita ingin bisa melanjutkan ke S2 ​​dan S3.

Jadi, untuk PNS, masing-masing Kementerian dan Lembaga memiliki aturan terkait peluang pembangunan, baik berupa pembangunan dari internal maupun eksternal instansi. Baik dalam bentuk pelatihan atau sekolah lanjutan dan sebagainya.

4. Insentif pasca pensiun

Apakah berupa manfaat pensiun atau pesangon atau bentuk lainnya. Penulis kebetulan tidak mengikuti aturan terbarunya. Sedikit atau banyak, atau dengan skema apapun akhirnya cukup memberikan ketertarikan untuk bekerja sebagai PNS itu sendiri.

5. Relatif lebih sulit untuk PHK

Dengan kelesuan ekonomi, dan potensi dampak PHK jika bekerja di perusahaan pada saat ekonomi sedang lesu, bahkan masyarakat Indonesia mengalami masa sulit yang ada di tahun 1998 dan masa sulit saat pandemi Covid 19, hal ini berdampak signifikan pada masyarakat. Sedangkan di satu sisi, PNS merupakan salah satu profesi yang relatif sulit untuk diberhentikan dalam situasi ekonomi yang sedang merosot.

Terakhir, satu atau lima alasan bisa menjadi alasan minat menjadi PNS, dan mungkin ada banyak alasan lain yang tidak penulis ungkapkan. Kelima alasan tersebut tentunya tidak relevan bagi sebagian teman yang sudah mapan secara finansial, baik dirinya maupun keluarganya, serta dapat memiliki akses pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri sehingga peluang yang lebih besar ada di BUMN, Perusahaan Nasional maupun Perusahaan. multinasional.

Pos terkait

BACA JUGA