Bagaimana Eksistensi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Era Industri 4.0?

123Berita.com – Industry 4.0 menjadi era disrupsi teknologi, dimana hampir seluruh pekerjaan manusia dikendalikan oleh mesin, jaringan,robot, dan teknologi maju lainnya. Industry 4.0 menjadi peluang besar untuk semua sektor dan menjadi ancaman besar apabila tidak mampu bersaing di pasar dengan teknologi yang memadai. Tak terkecuali dengan perbankan. Revolusi industri ini menawarkan banyak peluang. Bank-bank umum mulai menggenjot pelaksanaan operasional mereka melalui teknologi digital seperti mobile banking, internet banking, dan yang lainnya. Lebih lagi era disrupsi ini mulai berkembang melahirkan perusahaan-perusahaan teknologi keuangan yang menawarkan dompet digital untuk dikonsumsi masyarakat yang disebut dengan financial technology (fintech). Hal tersebut menjadi salah satu strategi positif dalam menarik nasabah, selain lebih mudah bertransaksi, opportunity cost yang dikeluarkan juga berkurang karena sudah dihubungkan melalui jaringan internet (internet of things). Ditambah lagi perusahaan dompet digital ini banyak menawarkan promo dan keuntungan yang menggiurkan para konsumen.

Menarik nasabah dengan konten menarik, biaya minimal, keuntungan maksimal, dan yang paling penting adalah pemudahan proses transaksi dengan konektivitas teknologi ini. Hal tersebut menjadi trik cermat para lembaga jasa keuangan dan perbankan karena para nasabah dapat bertransaksi dimanapun dan kapanpun (unlimited). Itulah sebabnya perusahaan fintech menjadi salah satu bisnis sukses di Industri 4.0 ini. Lalu bagaimana dengan Bank Perkreditan Rakyat? BPR harus mampu menangkap tantangan ini. Persaingan antar bank kian mengetat dituntut oleh industry ini. Eksistensi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah untuk menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat. Dan tuntutan industry adalah teknologi digital sehingga  Dilansir dari website wartakota.tribunnews dikatakan bahwa pilihan industry BPR dalam merespon digital adalah dengan melakukan strategi partnership dan kolaborasi dengan jasa keuangan di industry teknologi ini, seperti ovo, bukalapak, dan yang lainnya.

author