Begini Cara Tim DVI Kenali Identitas Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Petugas memeriksa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk di identifikasi. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JAKARTA, 123berita.com – Mabes Polri mengungkap metode digunakan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dalam mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Cara pertama, yakni mencocokan jenazah dengan data-data sebelum korban meninggal. Petugas memeriksa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Pertama adalah pengumpulan data antemortem, yaitu data fisik dari korban sebelum korban meninggal dunia. Nanti akan dicari data umum, antara lain nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian, warna kulit, golongan darah, jenis rambut atau pun aksesoris yang digunakan terakhir oleh korban,” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, Selasa (12/01/2021), dilansir dari Portal Berita Resmi Polri, TribrataNews.

Selain itu, tim DVI juga mencocokkan dengan data medis sebelum korban meninggal. Selanjutnya, mencocokan data fisik korban yang memiliki ciri-ciri khusus.

“Kedua adalah pengumpulan data postmortem, yaitu data-data fisik yang didapat melalui personal identification oleh tim DVI setelah korban meninggal dunia. Data tersebut antara lain ciri-ciri korban secara spesifik, konstruksi gigi geligi dan sebagainya,” jelas Karo Penmas.

Pos terkait

BACA JUGA