Bentrok Israel-Gaza: AS Kirim Utusan, Mediasi Gencatan Senjata

Militan di Gaza membalas dengan menembakkan roket, menargetkan Kota Beersheba di Israel. Pada Jumat (14/05/2021). Bentrokan menyebar ke Tepi Barat dengan sedikitnya sepuluh warga Palestina meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. Pasukan Israel menggunakan gas air mata, peluru karet, dan tembakan tajam, saat warga Palestina melemparkan bom molotov.

Kedatangan Amr terjadi menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Minggu. Kedutaan Besar AS di Israel mengatakan tujuan perjalanannya adalah untuk memperkuat kebutuhan untuk bekerja menuju ketenangan yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Namun seruan kepada para pemimpin Israel dan Palestina sejauh ini gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. Serangan udara Israel di Gaza telah memaksa Timur Tengah masuk dalam agenda Presiden Joe Biden.

Pemerintahan Biden harus dengan cepat meningkatkan perannya di bidang diplomatik tanpa tim lengkap, bahkan belum ada calon duta besar untuk Israel. Amr adalah seorang diplomat tingkat menengah tanpa pangkat seperti yang dipegang oleh utusan khusus di pemerintahan AS sebelumnya.

Pada Kamis, militer Israel memanggil 7000 tentara cadangan serta mengerahkan pasukan dan tank di dekat perbatasannya dengan Gaza. Dikatakan, serangan darat ke Gaza adalah salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan, namun keputusan belum dibuat.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diperkirakan 10 ribu warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza sejak Senin lalu karena konflik. (and)

Pos terkait

BACA JUGA