Bikin Darah Beku, AS hingga US Setop Sementara Vaksin Johnson & Johnson

Ilustrasi (Foto: BBC/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: BBC/Getty Images)

123berita.com – Sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan, dan Uni Eropa untuk sementara akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J). Hal ini menyusul adanya laporan pembekuan darah, kasus yang jarang terjadi.

Melansir BBC, Rabu (14/04/2021), Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyebut, setidaknya ada enam kasus terdeteksi dalam lebih dari 6,8 juta dosis vaksin yang telah diberikan. Johnson & Johnson telah menghentikan peluncuran vaksinnya di Uni Eropa (UE), dimulai pekan ini. Penghentian ini mengikuti kasus serupa sebelumnya di mana vaksin AstraZeneca penggunaannya dibatasi pascamuncul beberapa kasus pembekuan darah.

FDA merekomendasikan jeda sementara demi kehati-hatian. Dipastikan, satu pasien meninggal dunia karena komplikasi pembekuan darah, dan satu lagi dalam kondisi kritis. Keenam kasus itu terjadi pada wanita berusia antara 18 hingga 48 tahun, di mana gejalanya muncul enam hingga 13 hari setelah vaksinasi.

Mengikuti saran itu, semua situs federal di AS telah berhenti menggunakan vaksin sampai penyelidikan lebih lanjut tentang keamanannya selesai. Kontraktor negara dan swasta diharapkan untuk mengikutinya.

AS sejauh ini memiliki kasus Covid-19 tertinggi dengan lebih dari 31 juta penderita. Tercatat ada lebih dari 562 ribu kasus kematian akibat virus corona, tertinggi di dunia.

Sementara Johnson & Johnson adalah perusahaan perawatan kesehatan AS, namun produk vaksinnya dikembangkan terutama oleh cabang farmasi di Belgia, dikenal sebagai Janssen. Tidak seperti beberapa vaksin lainnya, suntikan vaksin Johnson & Johnson diberikan hanya sekali dan dapat disimpan pada suhu lemari es normal. Hal ini membuatnya lebih gampang didistribusikan di iklim lebih panas atau daerah terpencil.

Kendati banyak negara telah memesan jutaan dosis vaksin Johnson & Johnson di muka, namun vaksin ini hanya disetujui beberapa negara saja. Vaksin J&J telah diberikan kepada hampir tujuh juta orang di AS, yakni sekira tiga persen dari total imunisasi yang telah diberikan.

BACA JUGA