Cegah Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Polisi Disiagakan di Rumah Sakit

MAKASSAR, 123berita.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menugaskan puluhan personel gabungan Polri-TNI untuk berjaga di setiap rumah sakit. Langkah itu dilakukan setelah terjadinya sejumlah insiden pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit.

“Untuk stand by (bersiap-red) penjagaan, kami tempatkan puluhan personel. Namun, jika membutuhkan dukungan akan ada personel kekuatan besar yang siap meluncur ke lokasi,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo pada Minggu, (14/06/2020), dilansir dari Portal Berita Resmi Polri, TribrataNews.

Dalam kasus pengambilan paksa, kepolisian telah menangkap 45 orang. Mereka berasal dari pihak keluarga atau kerabat dari pasien Covid-19. Namun dari puluhan orang itu, hanya 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram Rahasia tanggal 5 Juni 2020 untuk menyikapi peristiwa pengambilan paksa jenazah dan jatuhnya jenazah dari peti saat hendak dikuburkan.

Salah satu poin tertera dalam surat telegram itu adalah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) diprioritaskan dalam pelaksanaan tes swab. Tak hanya agar insiden penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 tidak berulang, namun juga untuk memberikan kejelasan rekam medis kepada keluarga.

Pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 kerap terjadi karena tidak ada kejelasan status positif atau negatif yang dibawa oleh pasien.

“Kalau pasien lekas dites swab, petugas medis memiliki dasar untuk menjelaskan kepada keluarga bahwa pasien ini meninggal betul-betul karena Covid-19, bukan dari dugaan-dugaan sehingga menimbulkan masalah di lapangan,” jelas Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto pada Kamis (11/06/2020) lalu.

Jika sudah ada kejelasan, pihak keluarga yang membawa paksa jenazah dapat diproses hukum. Jenazah yang positif Covid-19 pun wajib dimakamkan sesuai protokol.

author
Journalist & Content Writer