Didemo Ribuan Orang Setiap Hari, PM Thailand Ngotot Ogah Mundur

Aksi demonstrasi di Thailand, salah satunya menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha (CNN)
Aksi demonstrasi di Thailand, salah satunya menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha (CNN)

123berita.com – Aksi demonstrasi dan pawai dipimpin mahasiswa berlangsung di seluruh Thailand sejak Juli. Aksi ini telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Para demonstran menyerukan konstitusi baru, pembubaran parlemen, dan pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, serta diakhirinya intimidasi terhadap para pengkritik pemerintah.

Tuntutan yang semakin sentral adalah reformasi monarki negara untuk mengekang kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn dan memastikan raja konstitusional sejati di bawah sistem demokrasi. Perdana Menteri Prayut menanggapi seruan untuk pencopotannya pada Jumat dengan mengatakan, “Saya tidak akan berhenti.”

Bacaan Lainnya

Melansir CNN, Sabtu (17/10/2020), dalam jumpa pers setelah rapat kabinet khusus, Prayut mengatakan kabinet telah menyetujui keputusan darurat dan bisa diterapkan hingga 30 hari.

“Itu (keputusan) akan digunakan hanya selama satu bulan atau bahkan lebih pendek jika situasi kembali normal,” kata Perdana Menteri.

“Itu tidak bertujuan untuk menyakiti siapa pun. Baru-baru ini siapa yang terluka? Kebanyakan adalah para pejabat. Artinya, situasinya tidak teratur,” sambungnya.

Pos terkait

BACA JUGA