Final Euro 2020: Inggris Kalah dari Italia, Bukayo Saka Diserang Rasis Disebut Monyet

Bukayo Saka saat tengah bertanding (Foto: Instagram/@bukayosaka87)
Bukayo Saka saat tengah bertanding (Foto: Instagram/@bukayosaka87)

123berita.com – Tim Negeri Tiga Singa, Inggris harus takluk atas invasi Italia dalam final Euro 2020 di Wembley Stadium, Senin (12/07/2021) dini hari WIB. Harapan skuat Ratu Elizabeth memboyong trofi juara lagi-lagi pupus di tengah asa yang kadung membumbung tinggi. Alhasil, sejumlah fans tak bisa menahan rasa kecewa mereka dan meluapkannya pada pemain.

Bukayo Saka menjadi salah satu pemain yang dikambinghitamkan sampai-sampai dirinya mendapatkan perlakuan rasis. Pemain sayap Arsenal berusia 19 tahun itu gagal mengeksekusi penalti penentu gelar juara dalam adu tos-tosan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah fans Inggris yang marah turun ke media sosial menyerang Saka dengan kasar, bahkan beberapa di antaranya melontarkan komentar rasis. Tak sedikit, fans The Three Lions singgah ke akun Instagram pemain 19 tahun itu hanya untuk memposting emoji monyet di kolom komentar. Rasisme memang telah menjadi masalah besar tidak hanya di sepak bola Inggris, namun juga di seluruh Eropa. Serangan rasis ini datang di saat yang paling tidak tepat untuk Bukayo Saka.

Sangat bisa dimaklumi fans Inggris merasa sedih atas kekalahan menyakitkan ini. Tentu, kita bisa berargumen bahwa pemain lain bisa saja mengambil penalti final yang menentukan itu. Namun, sama sekali tak ada alasan untuk rasisme dalam keadaan apa pun.

Upaya Inggris untuk mengakhiri penantian 55 tahun memboyong trofi utama lagi-lagi harus berakhir dengan luka. Tim Negeri Tiga Singa kembali menelan pil pahit kekalahan dalam adu penalti saat Italia mengklaim mahkota Euro 2020 di Wembley Stadium, Senin (12/07/2021) WIB.

Pada laga dini hari tadi, Inggris sempat memberikan angin segar sejak 30 Juli 1966 silam ketika Luke Shaw berhasil menceploskan bola ke gawang rival saat pertandingan baru berusia dua menit.

Pos terkait

BACA JUGA