Guinea Umumkan Epidemi Ebola: Ungkap Kasus Kematian Pertama Sejak 2016

123berita.com – Negara Guinea di Afrika Barat secara resmi menyatakan mereka tengah menghadapi epidemi Ebola, menyusul ditemukannya tiga kasus kematian akibat virus tersebut.

Ketiga korban itu dan empat orang lainnya jatuh sakit setelah mengalami diare, muntah, dan pendarahan usai menghadiri pemakaman seorang perawat.

Melansir BBC, Senin (15/02/2021), seorang perawat yang bekerja di pusat kesehatan di Goueké, dekat Kota Nzérékoré di Tenggara, meninggal pada 28 Januari lalu. Pemakamannya diadakan empat hari kemudian.

Prosesi pemakaman dilakukan oleh sekelompok orang, di mana beberapa di antaranya turut membantu memandikan jenazah. Hal ini dapat menjadi penyebab utama penyebaran Ebola pada tahap awal wabah.

Jenazah korban Ebola beracun atau masih mengandung virus. Masa inkubasi bisa berlangsung dua hingga tiga pekan. Pejabat kesehatan setempat mengatakan, semua orang terinfeksi pada pemakaman perawat berusia di atas 25 tahun itu.

Menyusul rapat krisis pada Minggu (14/02/2021), Kementerian Kesehatan Guinea menyatakan semua kasus telah diisolasi, pelacakan kontak sedang berlangsung, dan pusat perawatan akan didirikan di Goueké.

Sementara menurut pejabat setempat, vaksin yang baru dikembangkan akan diperoleh melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA