Hamas Sangkal Tuduhan Belarusia atas Ancaman Bom Pesawat

Minsk mengacak pesawat perang untuk mengawal penerbangan Ryanair pada Minggu (23/05/2021), menandai peringatan bom yang terbukti salah [Foto: Andrius Sytas / Reuters]
Minsk mengacak pesawat perang untuk mengawal penerbangan Ryanair pada Minggu (23/05/2021), menandai peringatan bom yang terbukti salah [Foto: Andrius Sytas / Reuters]

123berita.com – Belarusia mengatakan ancaman bom palsu yang mendorong pesawat penumpang dialihkan ke Minsk, ditulis atas nama kelompok Palestina Hamas. Kejadian itu berbarengan dengan penangkapan pihak berwenang terhadap seorang jurnalis di dalamnya.

Pihak berwenang pada Senin (24/05/2021) merilis apa yang mereka sebut sebagai teks peringatan bom ketika para pejabat berusaha untuk meredakan protes internasional atas apa yang telah dikecam ibu kota Barat sebagai tindakan “pembajakan negara”.

Bacaan Lainnya

Melansir Reuters, Selasa (25/05/2021), Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum membantah kelompoknya memiliki pengetahuan atau koneksi dengan ancaman bom atau pengalihan pesawat.

Minsk mengacak pesawat perang untuk mengawal penerbangan Ryanair pada Minggu (23/05/2021), menandai peringatan bom yang terbukti salah setelah pesawat melakukan pendaratan tidak terjadwal di Belarus di mana pihak berwenang menangkap Roman Protasevich, seorang jurnalis yang mengkritik Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Pemerintah Barat mengancam sanksi baru terhadap bekas Republik Soviet yang dipimpin Lukashenko atas pengalihan penerbangan dari Yunani ke Lituania saat terbang melalui ruang udara Belarusia.

Mengutip Aljazeera, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan Presiden AS Joe Biden telah diberitahu tentang insiden itu dan NSA Jake Sullivan mengangkat masalah ini dalam panggilannya dengan sekretaris Dewan Keamanan Rusia.

Dia menambahkan, pemerintah mengutuk apa yang dia sebut sebagai “tindakan mengejutkan”, yakni mengalihkan penerbangan untuk menahan seorang jurnalis.

“Ini merupakan penghinaan yang kurang ajar terhadap perdamaian dan keamanan internasional oleh rezim. Kami menuntut penyelidikan internasional segera, transparan dan kredibel atas insiden ini,”katanya, menambahkan Amerika Serikat telah berhubungan dengan NATO, Uni Eropa, Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, antara lain tentang langkah selanjutnya. (and)

Pos terkait

BACA JUGA