Hari Paling Berdarah! Militer Habisi 38 Demonstran Myanmar

Pengunjuk rasa berhadapan dengan aparat keamanan Myanmar (Foto: BBC/Getty Images)
Pengunjuk rasa berhadapan dengan aparat keamanan Myanmar (Foto: BBC/Getty Images)

123berita.com – Kekisruhan di Myanmar terus berlanjut dan telah merenggut banyak korban jiwa. Sedikitnya 38 orang dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (03/03/2021). PBB menyebutnya sebagai hari paling berdarah sejak kudeta militer sebulan lalu.

Utusan PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan ada rekaman mengejutkan yang terjadi di Myanmar. Sorang saksi mata menyebut pasukan keamanan melepaskan tembakan dengan peluru karet dan peluru tajam.

Bacaan Lainnya

Schraner Burgener mengungkap sedikitnya 50 orang telah tewas dan banyak pengunjuk rasa terluka sejak kudeta dimulai. Sebuah rekaman video memperlihatkan polisi memukuli kru medis sukarelawan yang tidak bersenjata. Foto lain menunjukkan seorang pengunjuk rasa ditembak dan mungkin terbunuh di jalan.

“Saya tanya beberapa ahli persenjataan dan mereka bisa verifikasi ke saya. Belum jelas, tapi sepertinya senjata polisi itu seperti senapan mesin ringan 9mm, jadi peluru tajam,” ujarnya, dikutip dari BBC, Kamis (04/03/2021).

Di lain pihak, Save the Children juga melaporkan, dua anak laki-laki berusia 14 dan 17 tahun, termasuk di antara korban tewas dalam aksi kekerasan itu. Seorang remaja wanita berusia 19 tahun juga dikatakan termasuk di antara korban tewas.

Pos terkait

BACA JUGA