Harun Yahya Divonis 1075 Tahun Penjara, Siapa Dia?

Harun Yahya dikelilingi para wanita cantik yang disebutnya sebagai anak kucing (Foto: BBC/A9 TV/Favebook)
Harun Yahya dikelilingi para wanita cantik yang disebutnya sebagai anak kucing (Foto: BBC/A9 TV/Favebook)

123berita.com – Adnan Oktar, penulis buku sekaligus pendakwah dijatuhi hukuman penjara 1075 tahun setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan seksual. Vonis ini dikeluarkan pengadilan di Istanbul, Turki, Senin (11/01/2021).

Stasiun televisi NTV melaporkan, kejahatan yang dituduhkan kepada Adnan Oktar mencakup kekerasan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan serta upaya melakukan spionase politik dan militer. Menurut jaksa, Adnan Oktar memimpin organisasi yang digambarkan sebagai organisasi kriminal.

Pengadilan atas pria flamboyan itu digelar sejak September 2019 setelah ia ditangkap pihak berwajib bersama ratusan pengikutnya pada 2018. Adnan Oktar dikenal sebagai pendakwah kontroversial. Ia kerap menyampaikan materi khotbah di televisi ditemani sejumlah wanita cantik

Media Turki melaporkan sebanyak 166 pengikut Adnan Oktar telah ditangkap, sementara 235 orang lainnya sedang dicari. Mereka terpaksa diamankan lantaran dicurigai melakukan serangkaian tindakan pelanggaran, termasuk menjalankan organisasi kriminal, pelanggaran pajak, pelecehan seksual, dan undang-undang antiterorisme.

Kantor berita pemerintah, Andalou mengabarkan Adnan Oktar termasuk dalam daftar orang paling dicari unit kejahatan keuangan. Ia ditangkap saat tengah bersiap untuk melarikan diri. Lebih dari 50 senjata berikut amunisinya turut disita saat penggerebekan.

Sebelum digelandang petugas, Adnan Oktar mengatakan kepada media apa yang dituduhkan padanya adalah kebohongan semata dan bagian dari permainan Inggris. Kepada surat kabar Cumhuriyet, Adnan Oktar menyebut operasi penggerebekan tersebut merupakan pesanan dari intelijen Inggris.

“Intelijen Inggris sudah lama menginginkan operasi dilakukan terhadap kami. Sebuah delegasi telah dikirim ke Turki dalam hal ini. Permintaan ini disampaikan kepada [Presiden Recep Tayyip Erdogan] saat berkunjung ke Inggris,” katanya, dikutip dari BBC, Selasa (12/01/2021).

Pos terkait