Hasil Survei: Kebiasaan Gosok Gigi Menurun Saat Pandemi Covid-19, Kok Bisa?

Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

JAKARTA, 123berita.com – Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini masih sangat tinggi, yakni sekira 93 persen. Artinya hanya tujuh persen anak Indonesia bebas dari karies gigi.

Federation Dental International (FDI) dan WHO menargetkan usia lima hingga enam tahun setidaknya 50 persen harus bebas dari karies gigi di setiap negara. Banyak kebijakan pemerintah dilakukan untuk mencapai target itu seperti program internship, Nusantara Sehat yang mana penempatan tenaga kesehatan berbasis kepada tim yang disebar ke seluruh Indonesia, termasuk tenaga kesehatan gigi maupun tenaga kesehatan lainnya.

Bacaan Lainnya

Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation, Ratu Mirah Afifah, mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan besar terhadap rutinitas sehari-hari masyarakat di seluruh dunia. Penelitian terkini mengenai dampak pandemi pada kebiasaan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih terbatas.

Khusus di Indonesia, pihaknya melakukan survei kepada seribu responden berusia 18 tahun ke atas. Hasil survei menunjukkan sikap dan perilaku di masa pandemi ternyata tujuh dari sepuluh orang mengatakan, selama pandemi mereka lebih fokus pada kesehatan dan kesejahteraan menyeluruh.

”Terjadi peningkatan dari kebiasaan-kebiasaan, seperti makan makanan yang sehat, berolahraga, mengurangi merokok, dan mengurangi minum minuman beralkohol,” kata Ratu Mirah Afifah dalam workshop Hari Kesehatan Oral Sedunia, digelar secara virtual, Kamis (18/03/2021), dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kemkes.go.id.

Selain itu, dampak Covid-19 terhadap kebiasaan merawat gigi telah terjadi penurunan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dibandingkan hasil survei 2018. Kebiasaan buruk meningkat selama di rumah, yakni dua dari lima orang dewasa mengaku tidak menyikat gigi seharian, dan ada tujuh dari sepuluh orang menghindari pergi ke dokter gigi.

Kebiasaan itu mudah ditiru anak-anak. Ia mengungkapkan, apabila orang tua tidak menyikat gigi dua kali sehari, anak-anak tujuh kali lebih memungkinkan untuk tidak menyikat gigi.

Pos terkait

BACA JUGA