India Diserang Jamur Hitam Mematikan, Negeri Hindustan Umumkan Epidemi

Infeksi langka jamur hitam diyakini dipicu oleh penggunaan steroid pada pasien Covid-19 yang parah (Foto; BBC/Getty Images)
Infeksi langka jamur hitam diyakini dipicu oleh penggunaan steroid pada pasien Covid-19 yang parah (Foto; BBC/Getty Images)

123berita.com Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa tersebut kiranya tepat untuk menggambarkan apa yang dialami India saat ini.

Negara bagian India mengumumkan epidemi, menyusul meningkatnya kasus jamur hitam yang mematikan. Hal ini diungkapkan otoritas kesehatan negara itu.

Bacaan Lainnya

Infeksi yang biasanya jarang terjadi, yang disebut mukormikosis, memiliki tingkat kematian 50 persen, dengan beberapa hanya dapat diselamatkan dengan mengangkat mata atau tulang rahang. Namun dalam beberapa bulan terakhir, India mencatat ribuan kasus yang memengaruhi pasien Covid-19. Dokter menduga kemungkinan ada hubungan dengan steroid yang digunakan untuk mengobati pasien Covid-19. Penderita diabetes juga rentan terkena jamur hitam.

Pada Kamis (20/05/2021), Sekretaris Bersama Kementerian Kesehatan, Lav Agarwal menulis kepada 29 negara bagian India untuk meminta mereka menyatakannya sebagai epidemi. Dengan melakukan itu, kementerian akan dapat lebih leluasa memantau apa yang terjadi di setiap negara bagian, dan memungkinkan integrasi pengobatan lebih baik.

Tidak jelas persis berapa banyak kasus yang telah terjadi di seluruh negeri. India sendiri saat ini berada dalam cengkeraman gelombang kedua Covid-19 yang mematikan. Tercatat puluhan ribu orang telah meninggal dunia akibat pandemi.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope, mengatakan ada 1.500 kasus infeksi di negara bagian itu, merupakan salah satu yang terkena dampak terburuk dalam gelombang kedua Covid-19 di India. Satu rumah sakit di ibu kotanya, Mumbai, mengatakan kepada BBC mereka telah menangani 24 kasus dalam dua bulan, dibandingkan dengan enam kasus sepanjang tahun lalu.

Dokter juga mengatakan kepada BBC tentang bagaimana mereka dipaksa untuk mengangkat mata dan tulang rahang pasien. Hal itu dilakukan guna menghentikan penyebaran penyakit agar tidak mencapai otak.

Lonjakan kasus di India telah menyebabkan kekurangan Amfoterisin B, obat yang digunakan untuk mengobati mukormikosis, meskipun diproduksi oleh banyak perusahaan India. Ini telah menyebabkan banyak keluarga berusaha mendapatkan obat itu di pasar gelap. (and)

Pos terkait

BACA JUGA