Ini Imbauan MUI Soal Penerapan Protokol Kesehatan Saat Idul Adha

Ilustrasi (Pixabay
Ilustrasi (Pixabay

JAKARTA, 123berita.com – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am Sholeh mengimbau umat Islam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama dari COVID-19 saat Hari Raya Idul Adha 1441 H.

“Hindari kerumunan yang punya potensi untuk terjadinya penularan. Apalagi tidak disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang bisa menjadi masalah dalam hal kesehatan dan juga keselamatan,” tegas Asrorun, saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (28/07/2020).

Bacaan Lainnya

Mulai dari pelaksanaan Salat Idul Adha, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menyesuaikan kondisi faktual di kawasannya. Dalam hal ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko penularan di wilayahnya.

“Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah mulai terkendali, maka pelaksanaan Salat Idul Adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjemaah, tetapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, kemudian wudu dari rumah, membawa sajadah sendiri, dan menjaga jarak,” tutur dia.

Lain halnya jika kawasan tempat tinggal termasuk pada kategori penularan tinggi, Asrorun mengimbau masyarakat sebaiknya melaksanakan salat Idul Adha di rumah. Di samping itu, saat akan melaksanakan salat Idul Adha, masyarakat harus memastikan kodisi kesehatan diri terlebih dahulu agar tidak membahayakan diri dan orang lain.

“Kemudian juga memastikan kondisi kesehatan kita tetap fit. Ketika kita melihat bahwa diri kita sedang sakit atau memiliki penyakit bawaan, maka sebaiknya tetap salat di rumah saja,” tambahnya.

Sementara itu, dalam rangkaian ibadah pemotongan hewan kurban terdapat beberapa langkah yang dapat diambil pihak terkait untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Di samping menerapkan protokol kesehatan saat melakukan ibadah kurban, Asrorun mengingatkan kepada seluruh umat Islam untuk tetap memastikan kesehatan hewan kurban.

“Untuk itu, kita secara bersama-sama memperhatikan juga kondisi kesehatan hewan. Hewan yang akan kita sembelih untuk kepentingan kurban dipastikan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban dari sisi usia, dari sisi kesehatan,” ucap dia.

Proses distribusi daging hewan kurban pun turut menjadi perhatian dalam penerapan protokol kesehatan. Pada hal ini, Asrorun mengimbau kepada panitia kurban untuk menghindari antrean saat membagikan daging kurban.

“Panitia kurban dan juga lembaga sosial yang bergerak di bidang pelayanan ibadah, pada saat distribusi jangan lagi masyarakat antre, tetapi panitia bergerak mendatangi mustahik untuk kepentingan distribusinya,” tuturnya, dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id.

Pos terkait

BACA JUGA