Jack Ma Hilang Usai Kritik Sistem Keuangan Rezim China

123berita.com – Miliarder China Jack Ma dikabarkan telah menghilang selama beberapa pekan terakhir usai mengkritik sistem keuangan negara.

Ma sudah cukup lama tak muncul di depan publik. Pendiri platform e-commerce Alibaba juga belum men-tweet apa pun selama hampir tiga bulan, sejak posting terakhirnya pada 10 Oktober lalu.

Bacaan Lainnya

Melansir Independent, Senin (04/01/2021), Jack Ma baru-baru ini batal tampil di episode terakhir ‘Africa’s Business Heroes‘ alias ‘Pahlawan Bisnis Afrika’, sebuah pertunjukan bakat dari Jack Ma Foundation. Pada acara itu sepuluh wirausahawan Afrika yang baru eksis diberi hibah sebesar US$1,5 juta atau sekira Rp20,8 miliar untuk mewujudkan ide-ide mereka.

Posisi Jack Ma sebagai juri di acara Africa’s Business Heroes episode terakhir digantikan pendiri Alibaba lainnya, Lucy Peng. Menurut media Financial Times, fotonya juga telah dihapus dari halaman web penjurian.

Media itu juga melaporkan, juru bicara Alibaba menyatakan Ma tidak bisa menjadi bagian dari akhir acara lantaran ada kegiatan lain yang tak bisa ditinggalkan.

Pada 24 Oktober 2020, saat berpidato di sebuah pertemuan penting, raja teknologi berusia 56 tahun itu mengkritik sistem perbankan China dan menyerukan reformasi. Dia bahkan mengatakan bank-bank di negaranya beroperasi dengan mentalitas pegadaian.

Pidato terjadi hanya beberapa pekan sebelum jadwal penawaran umum perdana (IPO) Ant Group, sebuah perusahaan financial technology (Fintech) milik Jack Ma.

Di daftar pasar saham, IPO Ant Group diklaim akan menjadi yang terbesar di dunia dengan nilai sekira US$35 miliar atau Rp485,9 triliun. Namun hanya beberapa hari sebelum itu terjadi, otoritas regulasi China menangguhkannya dengan alasan ada masalah besar.

Selanjutnya, serangkaian tindakan telah diambil terhadap perusahaan Jack Ma, termasuk penyelidikan antitrust ke Alibaba. Program pembelian kembali perusahaan sebesar US$10 miliar pada Desember 2020 gagal menggairahkan pasar.

Selama pandemi, sosok filantropi itu telah menyumbangkan puluhan juta masker di seluruh dunia dan 2.000 ventilator ke New York. (and)

Pos terkait