Jangan Main-Main, Ini Dia Hukuman Bagi Yang Melempari Kereta Api

Ilustrasi kereta api (Foto: kai.id)
Ilustrasi kereta api (Foto: kai.id)

123Berita.com – Masih ada saja yang melakukan tindakan iseng tapi membahayakan seperti melempari kereta api yang sedang melintas. Bukan hanya fatal bagi keselamatan penumpang dan petugas kereta api, tetapi juga pelaku bisa mendapat hukuman pidana lho !

Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto memaparkan, berdasarkan data, tahun 2021 sampai dengan tanggal 3 Oktober 2021, telah terjadi 4 kasus pelemparan kereta api.

Bacaan Lainnya

“Kejadian terakhir pada hari ini Minggu(3/10/2021), pelemparan pada KA Bangunkarta di Km 258 + 4 Jembatan Jurug antara Stasiun Palur dan Stasiun Solo Jebres. Saat ini petugas sudah mengamankan pelaku seorang anak  berusia 14 tahun dan diserahkan ke Polsek Jebres untuk diproses sesuai aturan,” ujar Supriyanto.

Supriyanto menegaskan hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1.

Disebutkan, barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Pada ayat 2 dinyatakan, jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Larangan pelemparan terhadap kereta api juga diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dimana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.

Pihaknya mengimbau, masyarakat yang mengetahui setiap upaya perusakan maupun gangguan keamanan terhadap perjalanan KA, bisa melaporkan kepada petugas KAI atau stasiun terdekat. Bisa juga dilaporkan langsung ke pihak TNI-Polri terdekat.

“Dari keempat kejadian pelemparan di wilayah Daop 6, tidak menimbulkan korban. Adapun kerugian yang ditimbulkan pelemparan berupa kerusakan kaca kereta yang total kerugian materialnya masih dihitung. Apabila dibiarkan, akan menimbulkan korban seperti kasus masinis kereta api yang mengalami kebutaan akibat pelemparan,” ungkap Supriyanto.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kereta api dengan tidak lagi melakukan pelemparan kereta ataupun upaya perusakan sarana kereta api.

“Masyarakat sangat membutuhkan naik KA dengan selamat. Di dalam kereta itu ada keluarga kita, teman kita, juga orang orang terdekat kita,” pungkas Supriyanto.

Pos terkait

BACA JUGA