Jelang Lengser, Trump Suntik Mati Brandon Bernard, Sang Penjagal Texas

123berita.com – Terpidana mati Brandon Bernard telah dieksekusi di negara bagian Indiana setelah permohonan grasinya pada menit-menit terakhir ditolak Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS).

Pria 40 tahun itu dihukum mati atas kasus pembunuhan pada 1999 saat dirinya masih remaja. Bernard merupakan pelaku termuda yang dieksekusi pemerintah federal dalam hampir 70 tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Sebelum proses eksekusi dengan cara disuntik mati, Kamis (10/12/2020) waktu setempat, Bernard sempat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Dia mengaku menyesal atas perbuatannya 21 tahun silam.

Melansir BBC, Jumat (11/12/2020), empat hukuman mati lagi telah direncanakan digelar sebelum masa jabatan kepresidenan Donald Trump berakhir. Jika semuanya terjadi, Trump akan menjadi presiden paling banyak mengawal eksekusi mati dalam lebih dari satu abad terakhir. Ini tentunya akan menambah total eksekusi pemerintah federal menjadi 13 kasus sejak Juli 2020.

Apa yang ditempuh Trump ini mendobrak preseden yang telah berlaku selama 130 tahun bahwa tidak ada pelaksanaan eksekusi mati di masa transisi presiden. Joe Biden akan resmi menjabat presiden pada 20 Januari 2021.

Bernard dinyatakan meninggal pada Kamis (10/12/2020) pukul 21:27 waktu setempat (02:27 GMT Jumat) di sebuah penjara di Kota Terre Haute.

Sebelumnya, ia menyampaikan kata-kata terakhir kepada keluarga korban. Bernard berbicara dengan tenang selama lebih dari tiga menit.

“Saya minta maaf. Itu satu-satunya kata yang bisa saya ucapkan yang benar-benar mewakili perasaan saya saat ini dan perasaan saya hari itu,” katanya, sebagaimana dilaporkan Associated Press.

Pos terkait

BACA JUGA