Jenazah Pasien Corona: Tak Ada Pelayat, ‘Kami Pendam Sendiri Kesedihan Ini’

123berita.com – Rasa pilu tak terbendung ketika Eva Rahmi Salama bersama suami dan adiknya mengantar jenazah sang ibu ke liang lahat di TPU Pondok Rangon, Jakarta pada Kamis (19/03/2020) pagi.

Hanya mereka bertiga yang melepas kepergian sang ibu yang dinyatakan positif Covid-19, tanpa pelayat, tanpa pemakaman layak.

Bacaan Lainnya

“Rasanya sangat sedih, di saat kita butuh support (dukungan-red) dari keluarga, teman atau orang terdekat kita untuk bisa menghadiri pemakaman mama, tapi mereka tidak ada dan situasinya tidak memungkinkan,” tutur Eva kepada BBC News Indonesia, Rabu (01/04/2020).

“Jadinya kami pendam sendiri kesedihan ini demi bisa mengantarkan mama ke peristirahatan terakhir,” lanjutnya kemudian.

Dua hari kemudian, ayahnya yang juga terpapar virus corona menyusul sang ibu. Sayangnya, Eva tak lagi bisa menyertai kepergian ayahnya karena jenazah sang ayah sudah terlalu lama disimpan, melebihi standar maksimal empat jam penyimpanan jenazah pasien Covid-19.

“Keluarga papa melarang saya untuk hadir ke pemakaman karena takut potensinya terlalu tinggi banget untuk terpapar. Jadi mereka melarang dan tidak ada keluarga satu pun yang datang untuk hadir di pemakaman papa,” ungkapnya.

Pos terkait

BACA JUGA