Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Stok Oksigen Cukup ?

Pasien dievakuasi dari rumah sakit pada Jumat (23/04/2021) pagi setelah terjadi kebakaran (Foto: BBC/European Pressphoto Agency)
Pasien dievakuasi dari rumah sakit pada Jumat (23/04/2021) pagi setelah terjadi kebakaran (Foto: BBC/European Pressphoto Agency)

123Berita.com – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dalam dua pekan terakhir cukup signifikan. Bahkan per Minggu (27/6) kasus aktif harian tembus 21.342 kasus. Jumlah ini membuat Indonesia menduduki posisi keempat dengan kasus harian terbanyak di dunia versi Worldometer.

Dengan banyaknya kasus aktif saat ini, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah provinsi mencapai di atas 80 persen. Idealnya, ambang batas BOR ditetapkan WHO sekitar 60 persen. Banyak rumah sakit, khususnya di Pulau Jawa kewalahan menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah.

Bacaan Lainnya

Selain permasalahan BOR, stok oksigen untuk pasien Covid-19 juga mengalami penipisan. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) memerkirakan di tengah lonjakan kasus Covid-19, stok tabung oksigen dibutuhkan setidaknya menjadi empat kali lipat dari kondisi normal. Berdasarkan catatan PERSI, mereka sempat menerima laporan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta pekan lalu.

“Terutama keluhan yang paling mencolok itu di Jawa Tengah dan Yogyakarta, kemudian di tempat-tempat lain menyusul, tapi belum sampai mencuat seperti yang di Jawa Tengah. Sekarang juga ada beberapa rumah sakit di Jakarta yang mengeluhkan menipisnya stok oksigen. Tapi baru yang masuk ke saya dua atau tiga,” kata Sekretaris Jenderal PERSI, Lia Gardenia.

Namun pada pekan ini, kondisi kekurangan stok oksigen, menurutnya berangsur teratasi. Ia mengatakan kebutuhan oksigen sesungguhnya masih bisa dipenuhi produsen, hanya saja dalam kasus di beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, terdapat hambatan pada proses distribusi.

“Oksigen memang belum fokus (saat perencanaan mitigasinya), waktu itu yang dipikir tiga bulan itu persediaan obat dan APD, itu memang sudah disiapkan. Tapi yang kebutuhan oksigen itu karena kami anggap stok di dalam negeri sebenarnya cukup, mungkin tidak terpikir yang bermasalah itu di distribusinya,” tambah Lia.

Saat melakukan perencanaan mitigasi, isu kecukupan oksigen nampaknya belum masuk di dalamnya. Sehingga ketika ada lonjakan kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19, rumah sakit tidak dapat menyiapkan dalam waktu cepat.

Berbeda dengan gelombang pasien Covid-19 sebelumnya yang 70-80 persen pasien tidak memerlukan oksigen, pada periode ini nyaris sebagian besar pasien memerlukan oksigen.

Sementara pemerintah telah menjamin kecukupan stok oksigen dalam negeri. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian menjamin keamanan stok tabung oksigen.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers secara virtual, Jumat (25/6), mengungkapkan pemerintah telah berkoordinasi dengan Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) dan pelaku industri menyiapkan ketersediaan oksigen berikut tabungnya. Pihaknya meminta untuk mengalihkan oksigen segmen industri untuk pemenuhan kebutuhan rumah sakit.

“Kami sudah mendapatkan komitmen dari supplier (pemasok) oksigen ini, bahwa mereka bisa mengalihkan kapasitas oksigen buat industri ke medis karena kapasitas oksigen industri itu bisa diisi oleh perusahaan-perusahaan oksigen lainnya,” jelas Budi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengklaim persediaan oksigen masih dua hingga tiga kali lipat dari produksi saat ini.

“Dengan posisi sekarang, kapasitas industri (oksigen) nasional itu baru terpakai 20-30%. Tapi yang kapasitas industri menggunakan nitrogen dan banyak gas-gas lainnya juga itu bisa dikonversi (jadi oksigen) kalau memang nantinya kita membutuhkan,” jelas Nadia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui keterangan resminya juga memastikan ketersedia tabung gas oksigen medis tercukupi.

“Intinya tidak ada kelangkaan tabung oksigen karena tabung oksigen cukup dan tersedia untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akibat meningkatnya kasus Covid-19 dalam negeri,” ucap Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendir, Kamis (24/6).

Ketua Umum AGII, Arief Harsono menyebut masih memiliki ketersediaan stok 2.000 tabung gas oksigen untuk medis. Ia mengklaim akan ada tambahan tabung lagi pada Juli mendatang.

Sementara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meninjau ketersediaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 menindaklanjuti isu kelangkaan yang terjadi di sejumlah daerah guna mengantisipasi kecurangan oknum seperti penimbunan.

“Nanti kami lihat apakah karena banyak yang pakai dibandingkan dengan stok. Semua kemungkinan harus dilihat,” ujar Kepala Divis Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono.

Di Pulau Jawa saat ini terdapat sembilan pabrik tabung oksigen, yakni empat pabrik di Jawa Barat, satu pabrik di Jawa Tengah, dan empat pabrik di Jawa Timur. Sehingga jika terdapat kelangkaan tabung oksigen di salah satu provinsi, maka provinsi siap menyuplai.

TNI-Polri juga siap mengawal pendistribusian oksigen dari pabrik ke rumah sakit untuk memastikan keamanan dan kelancaran logistik tersebut.

Pos terkait

BACA JUGA