Kim Jong Un akan Tembak Mati Orang di Perbatasan Tiongkok Demi Bebas Covid-19

123berita.com – Bukan Kim Jong Un jika tak mengundang kontroversi. Ya, pemimpin Korea Utara (Korut) itu tak segan menembak mati siapa saja yang ketahuan ada di perbatasan Tiongkok. Sikap Jong Un ini sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19.

Berdasarkan kabar beredar, instruksi sudah diberikan agar siapa pun yang berada satu kilometer dari perbatasan Tiongkok untuk ditembak mati. Keputusan ini muncul di tengah klaim Kim Jong Un dirinya tak khawatir dengan pandemi Covid-19 karena Korea Utara belum mengalaminya.

Kendati demikian, Jong Un dalam pernyataannya Juli lalu sempat mengatakan virus corona (Covid-19) ‘bisa saja’ sudah memasuki negaranya. Sementara kabar perintah tembak mati dari Kim Jong Un diungkapkan sejumlah sumber kepada Radio Free Asia, sebagaimana diberitakan Daily Mirror, Jumat (28/08/2020).

Sumber yang mengaku tinggal di Provinsi Hamgyong mengungkapkan, mereka sudah mendapat pemberitahuan bahwa perintah itu berlaku di seluruh perbatasan Tiongkok-Korut. Perintah tembak mati dikeluarkan melalui Kementerian Keamanan Sosial dan akan diberlakukan hingga pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir.

“Polisi di Hoeryong merilis perintah darurat dari kementerian, di mana orang yang berada di perbatasan akan dibunuh apa pun alasannya,” kata sumber itu.

Dalam penjelasan sumber, kepolisian sudah menerangkan virus corona telah mewabah di seluruh dunia, kecuali Korea Utara. Pyongyang mengklaim bukan mustahil musuh akan berusaha menyusupkan virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu ke negara mereka.

“Mereka menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian di perbatasan, serta meminta warga untuk melapor jika ada yang mencurigakan,” kata dia.

Melansir Kompas.com, Sabtu (29/08/2020), perintah itu dilaporkan diberlakukan untuk perbatasan dua negara sepanjang 1416 km, terbentang di empat provinsi Korut. Kendati Korut tak mengakui adanya penularan Covid-19, namun pada Juli lalu mereka memberlakukan lockdown Kota Kaesong setelah ada kasus terdeteksi di sana.

Setelah itu Kim Jong Un mengumumkan status darurat dan melarang warga melakukan perjalanan menuju dan dari kawasan yang berbatasan dengan Korea Selatan tersebut.

Sementara menurut sumber kepolisian di kawasan perbatasan, mereka sudah mendapatkan tambahan amunisi dari pemerintah pusat untuk menerapkan aturan baru itu.

“Mereka bahkan mengatakan tidak akan mengadili siapa pun karena menembak mati siapa pun yang berada dalam jarak satu kilometer dari perbatasan,” terangnya.

Bahkan, sumber dari internal militer pun mengakui adanya aturan itu kepada Radio Free Asia.

author
Journalist & Content Writer