Kudeta Militer, PBB Serukan Embargo Senjata ke Myanmar

Militer Myanmar (Foto: BBC/Reuters)
Militer Myanmar (Foto: BBC/Reuters)

123berita.com – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengeluarkan seruan untuk menghentikan penjualan senjata ke Myanmar sebagai tanggapan atas kudeta militer tahun ini.

Majelis Umum PBB mengadopsi sebuah resolusi yang mengutuk junta militer setelah menggulingkan pemerintah terpilih pada Februari lalu. PBB juga menyerukan pembebasan tahanan politik, seperti pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan menuntut diakhirinya kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai.

Bacaan Lainnya

Meskipun tidak mengikat secara hukum, resolusi tersebut secara politik cukup signifikan.

“Risiko perang saudara skala besar adalah suatu hal nyata,” kata utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener kepada Majelis Umum, dikutip dari BBC, Sabtu (19/06/2021).

“Waktu menjadi sangat penting. Kesempatan untuk membalikkan pengambilalihan militer semakin menyempit,” tambahnya.

Resolusi ini didukung 119 negara, hanya Belarus satu-satunya negara yang memilih menentangnya. Sementara 36 negara lainnya abstain, termasuk Rusia dan Tiongkok, dua pemasok senjata militer terbesar Myanmar.

Beberapa negara yang abstain mengatakan krisis adalah masalah internal bagi Myanmar. Sementara yang lain mengatakan resolusi itu tidak membahas kekejaman militer terhadap populasi Muslim Rohingya empat tahun lalu. Hampir satu juta warga, bahkan harus terusir dari negaranya.

Duta Besar Uni Eropa untuk PBB, Olof Skoog, mengatakan resolusi itu mendelegitimasi junta militer, mengutuk penyalahgunaan dan kekerasannya terhadap rakyat, serta menunjukkan keterasingannya di mata dunia.

Pos terkait

BACA JUGA