Kudeta Myanmar: Aung San Suu Kyi Didakwa Langgar UU Ekspor-Impor, Ditahan hingga 15 Februari

123berita.com – Pihak kepolisian Myanmar telah mengajukan beberapa tuduhan terhadap pemimpin sipil terpilih Aung San Suu Kyi, menyusul kudeta militer Senin (01/02/2021) lalu.

Tuduhan itu termasuk pelanggaran undang-undang (UU) ekspor-impor, serta kepemilikan perangkat komunikasi yang melanggar hukum.

Bacaan Lainnya

Melansir BBC, Rabu (03/02/2021), dokumen kepolisian menunjukkan Suu Kyi telah ditahan hingga 15 Februari mendatang. Keberadaannya sejak awal pekan ini masih belum jelas, namun dilaporkan dia ditahan di kediamannya di ibu kota, Nay Pyi Taw.

Tak hanya Suu Kyi, presiden yang digulingkan Win Myint juga menghadapi dakwaan. Dokumen kepolisian menunjukkan Myint melakukan pelanggaran peraturan yang melarang pertemuan (pelaksanaan rapat umum) selama pandemi Covid-19. Dia juga telah ditahan selama dua pekan.

Baik presiden maupun Suu Kyi belum diketahui kabarnya sejak militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari dini hari.

Kudeta yang dipimpin panglima angkatan bersenjata Min Aung Hlaing telah menempatkan sebelas anggota junta militer yang berkuasa di bawah keadaan darurat selama setahun.

Militer berusaha membenarkan tindakannya dengan menuduh kecurangan dalam pemilihan umum Myanmar, November lalu yang dimenangkan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. (and)

Pos terkait

BACA JUGA