Kudeta Myanmar: Polisi Tembaki Demonstran, 10 Tewas

123berita.com – Kekisruhan di Myanmar terus berlanjut, menyusul kudeta militer dan penahanan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Aksi protes pun dilancarkan hingga memakan korban.

Terkini, polisi menembaki para demonstran di Myanmar dan menewaskan sedikitnya sepuluh orang. Hal itu diungkapkan petugas medis setempat. Disebutkan, ini menjadi hari paling mematikan sejak unjuk rasa menentang kudeta militer di negara itu dimulai.

Bacaan Lainnya

Melansir BBC, Minggu (28/02/2021), kasus kematian dilaporkan terjadi di Yangon, Dawei, dan Mandalay. Polisi menggunakan peluru tajam, peluru karet, dan gas air mata untuk membubarkan massa pengunjuk rasa.

Aparat keamanan mengambil tindakan tegas pada Sabtu (27/02/2021), setelah berminggu-minggu massa menggelar unjuk rasa damai menentang kudeta militer 1 Februari. Para pemimpin Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi digulingkan dan ditahan dalam kudeta itu.

Situasi demonstrasi yang dibagikan di media sosial sejak Minggu memperlihatkan para pengunjuk rasa berlarian ketika polisi melakukan tindakan tegas. Penghalang jalan sementara didirikan dan beberapa orang tampak dilarikan dalam kondisi berlumuran darah.

Tindakan keras polisi diperluas pada Minggu ketika para pemimpin kudeta berusaha untuk membatalkan kampanye pembangkangan sipil yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Kalangan aktivis, dokter, dan pekerja medis mengatakan kepada BBC, sedikitnya sepuluh orang telah tewas dalam aksi demonstrasi Minggu. Sementara menurut data yang dirilis di media sosial jumlahnya jauh lebih tinggi, mencapai lebih dari 20 kasus kematian, sedangkan puluhan lainnya terluka. Namun, data ini belum diverifikasi.

Pos terkait

BACA JUGA