Manajer Humas KAI Daop 6: “Mau Naik Kereta Api dan KRL ? Tunjukan Kartu Vaksinasi”

Manajer Humas KAI Daop 6:
Manajer Humas KAI Daop 6: "Mau Naik Kereta Api dan KRL ? Tunjukan Kartu Vaksinasi

123Berita.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 6 Yogyakarta dan KAI Commuter berupaya memastikan seluruh pelanggan telah mengikuti vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama bagi penumpang KA jarak jauh, KA lokal, KRL Yogyakarta-Solo, KA Bandara Bias dan YIA sesuai Surat Edaran Kemenhub No 69 Tahun 2021.

“Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat STRP, surat tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA lokal, commuter, atau perkotaan misalnya KRL Yogyakarta – Solo, Prameks, Batara Kresna, KA Bandara Bias, dan KA Bandara YIA,” ujar Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto, Senin (13/09/2021).

Bacaan Lainnya

Pada layanan KA lokal, syarat penumpang wajib vaksin baru berlaku mulai Selasa, 14 September 2021. Bukti vaksinasi Covid-19 akan dicek petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta.

Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan calon pelanggan wajib menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA lokal.

“Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan,” jelas Supriyanto.

Adapun bagi calon penumpang KA Jarak Jauh, selain sudah vaksin, mereka juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Supriyanto mengimbau pelanggan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker saat berada di area stasiun maupun saat perjalanan Kereta Api Bandara, menjaga jarak minimal satu meter atau mengikuti marka dengan penumpang lainnya atau petugas, dan melakukan pengecekan suhu.

Supriyanto menambahkan, pelanggan berusia di bawah 12 tahun masih belum diizinkan melakukan perjalanan dengan kereta api. Sementara bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid sehingga tidak bisa divaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

“KAI Group secara konsisten menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api. Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan kereta api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” kata Supriyanto. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menambahkan, mulai 8 September 2021, calon penumpang KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta – Solo, dan KA Prambanan Ekspres wajib menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama secara fisik (cetak), digital, atau melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat naik kereta.

“Petugas juga akan meminta pengguna untuk menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin dalam bentuk fisik maupun bentuk digital,” tambahnya.

Di masa pandemi ini, KAI Commuter memberlakukan protokol kesehatan ketat, yakni wajib memakai masker ganda, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL serta menjaga jarak aman antarpengguna. Petugas juga melakukan penyekatan dan pengaturan antrean di stasiun untuk mencegah kepadatan di dalam KRL.

Aturan tambahan selama masa pandemi juga tetap berlaku, seperti tidak berbicara di dalam kereta, lansia dan pengguna dengan barang bawaan besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00 atau di luar jam-jam sibuk, serta anak usia di bawah lima tahun (Balita) sementara belum diizinkan naik KRL.

Adapun guna menghindari potensi kepadatan, pengguna KRL disarankan bepergian di luar jam-jam sibuk, yakni antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Pelanggan juga bisa memanfaatkan aplikasi KRL Access untuk melihat informasi kepadatan di stasiun dan posisi kereta terkini.

KAI Commuter juga mengimbau masyarakat beraktivitas semaksimal mungkin dari rumah untuk menekan resiko penularan Covid-19.

Pos terkait

BACA JUGA