Miliuner Ngaku Nabi, Klaim Bisa Sembuhkan Buta, Hidupkan Orang Mati, hingga Terbang

Shepherd Bushiri bersama istrinya, Mary Bushiri saat United Prayers Crossover di FNB Stadium di Soweto, Afrika Selatan (Foto: Wikus De Wet/AFP)
Shepherd Bushiri bersama istrinya, Mary Bushiri saat United Prayers Crossover di FNB Stadium di Soweto, Afrika Selatan (Foto: Wikus De Wet/AFP)

123berita.com – Sorakan dan nyanyian, kerumunan pendukung yang bergembira berlarian di belakang iring-iringan mobil, membawa Shepherd Bushiri menjauh dari halaman pengadilan hakim di ibu kota Malawi, Lilongwe pada Kamis.

Beberapa saat sebelumnya, Bushiri yang memproklamirkan diri sebagai “nabi”, sekaligus seorang pengusaha kontroversial yang dicari Afrika Selatan atas tuduhan pencucian uang, pencurian, dan penipuan telah dibebaskan pengadilan. Ia bersama istrinya Mary dibebaskan setelah penangkapan keduanya dengan surat perintah internasional.

Pasangan itu sempat menyerahkan diri ke polisi pada hari sebelumnya, namun pengadilan menyebut penahanan mereka melanggar hukum karena surat perintah belum disahkan melalui kementerian pemerintah terkait.

“Kami percaya bahwa keadilan akan berpihak,” kata Bushiri, dikutip dari Aljazeera, Kamis (26/11/2020).

Bushiri, seorang pemuka miliuner dari gereja Enlightened Christian Gathering (ECG), memiliki banyak pengikut di sejumlah negara Afrika. Di Afrika Selatan saja, dia mengaku punya lebih dari satu juta pengikut.

Dikenal karena gaya hidup mewah, Bushiri kerap digambarkan sebagai salah satu pemuka agama terkaya di Afrika. Kekayaannya diperkirakan mencapai $150 juta, belum termasuk asetnya berupa jet pribadi, mobil mewah, dan berbagai properti.

Lahir dalam keadaan sederhana di distrik utara Malawi, Rumphi dan menghabiskan masa kecilnya di kota terdekat Mzuzu, Bushiri mengklaim dirinya mengalami perjumpaan spiritual dengan kekuatan supernatural pada usia sepuluh tahun. Hal itu membuatnya mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan.

Menurut informasi di situs gerejanya, Bushiri mendirikan EGC pada 2010 di Malawi sebelum memindahkan kantor pusatnya ke Ibu Kota Afrika Selatan, Pretoria.

Pos terkait