Mulai 11-25 Januari, Jawa-Bali Lakukan PSBB

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

123berita.com – Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pusat resmi menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat mulai 11 hingga 25 Januari 2021. Ketentuan ini berlaku bagi semua provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya usai Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (06/01/2021). Menko Perekonomian menyebut ketentuan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bacaan Lainnya

“Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di Jawa-Bali karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan. Pemerintah mendorong pembatasan ini dilakukan pada 11 Januari hingga 25 Januari dan akan terus dievaluasi,” ujar Airlangga Hartarto dalam siaran pers, diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam keterangannya, Menko Perekonomian menjelaskan seluruh provinsi di Jawa-Bali memenuhi satu dari empat parameter untuk diberlakukan pembatasan. Keempat parameter dimaksud adalah tingkat kematian di atas rata-rata nasional, yakni tiga persen, lalu tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat nasional, yakni di bawah 82 persen.

Selain itu, tingkat kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen juga menjadi salah satu parameter dalam menerapkan kebijakan ini. Tingkat keterisian rumah sakit, ICU, dan tempat isolasi di atas 70 persen juga menjadi acuan penerapan PSBB Jawa-Bali ini.

Airlangga Hartarto berharap mulai 11 hingga 25 Januari mendatang mobilitas di Jawa dan Bali dapat dimonitor secara ketat.

“Diharapkan dari tanggal 11 sampai 25 Januari mobilitas di Pulau Jawa dan Bali akan dimonitor secara ketat,” tegasnya.

Pos terkait