Pemakaman Maradona: Pelayat Mengular hingga 1,5 Km, Diwarnai Bentrok dan Tembakan

123berita.com – Jenazah legenda sepak bola Diego Maradona akhirnya dikebumikan dalam prosesi pemakaman secara tertutup. Upacara pemakaman hanya dihadiri sekira 24 kerabat dan teman dekat pada Kamis (26/11/2020) waktu setempat.

Sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, jenazah Maradona disemayamkan di Istana Kepresidenan. Ribuan orang hadir memberikan penghormatan.

Bacaan Lainnya

Suasana emosional pun begitu terasa saat melepas kepergian pesepak bola yang mengembuskan napas terakhir dalam usia 60 tahun. Tak sedikit fans meneteskan air mata, memberikan ciuman perpisahan hingga mengucap doa saat mereka melewati peti matinya.

Maradona meninggal karena serangan jantung pada Rabu (25/11/2020) waktu setempat. Kematiannya memicu duka cita mendalam di seluruh penjuru dunia, terlebih di negaranya, Argentina. Ia dianggap sebagai pahlawan oleh warga setempat.

Melansir BBC, Jumat (27/11/2020), peti Maradona dibalut dengan bendera nasional Argentina dan jersey sepak bola bernomor punggung 10 yang identik dengan sang legenda. Peti itu ditempatkan di depan Istana Kepresidenan.

Antrean para pelayat mengular hingga lebih dari satu kilometer. Banyaknya massa merangsek ke Istana untuk melihat jenazah Maradona, membuat polisi berusaha menahan kerumunan hingga berujung bentrok.

Dilaporkan, polisi sampai melepaskan gas air mata dan peluru karet untuk menahan massa yang mulai tak terkendali. Seorang pelayat, Rubén Hernández, menyatakan polisi telah bertindak berlebihan.

“Kami antre dengan tenang, tapi polisi tiba-tiba mulai menembakkan peluru karet,” ujarnya, dikutip kantor berita Reuters.

Pos terkait

BACA JUGA