Pemerintah bakal Tindak Tegas Upaya Penolakan Telusur Kontak Erat Covid-19

Ilustrasi (Foto: Al Jazeera)
Ilustrasi (Foto: Al Jazeera)

JAKARTA, 123berita.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) memberikan sikap terkait adanya penolakan telusur kontak erat Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan memberikan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan dan membahayakan keselamatan serta kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat agar dapat kooperatif sehingga penanganan Covid-19 dapat berhasil.

“Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tegas Mahfud MD, dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id, Senin (30/11/2020).

Sebelumnya, Mahfud menjelaskan dalam situasi pandemi Covid-19, setiap warga negara harus menjalankan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak aman serta menghindari kerumunan.
“Dalam situasi penularan Covid-19 yang masih terjadi, setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan,” imbau dia.

Adapun guna memudahkan petugas dalam menelusuri dan memeriksa kontak erat Covid-19, Mahfud MD juga menekankan agar warga secara sukarela bersedia untuk dites dan menjalani perawatan jika terkonfirmasi tertular virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru.

“Termasuk secara sukarela untuk dites, ditelusuri kontak eratnya serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular virus corona,” katanya.

Pos terkait