Pemerintah Segera Gelontorkan Hibah Rp3,3 Triliun untuk Pariwisata

JAKARTA, 123berita.com – Pemerintah menyiapkan hibah untuk sektor pariwisata sebesar Rp3,3 triliun. Dana sebanyak itu rencananya digelontorkan guna melindungi industri pariwisata yang sangat terdampak pandemi Covid-19 agar bangkit lagi.

Melansir Kementerian Keuangan RI, kemenkeu.go.id, Rabu (21/10/2020), hibah ini sekaligus membantu pemerintah daerah (Pemda) untuk menyiapkan lingkungan wisata bersih, sehat, dan sesuai protokol Covid-19, terutama bagi industri hotel dan restoran.

Hal ini berdasar pada PMK Nomor 46 tahun 2020 mengenai Pengelolaan Hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dalam rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Dampak Akibat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta KMK Nomor 23/KM.7/2020 tentang Tahapan Penyaluran Hibah Pariwisata dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional TA 2020. Hibah ini juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bawah klaster sektoral kementerian/lembaga (K/L)/pemda.

Adapun kriteria daerah penerima hibah pariwisata, yakni pertama merupakan sepuluh destinasi prioritas pariwisata (DPP) dan lima destinasi super prioritas (DSP). Kedua adalah ibukota provinsi, ketiga merupakan destinasi branding. Keempat, daerah tersebut menghasilkan minimal Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) 15 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2019, dan kelima termasuk daerah 100 Calendar of Event (CoE).

Sementara kriteria hotel dan restoran penerima hibah pariwisata adalah pertama, merupakan hotel dan restoran yang sesuai database Wajib Pajak Hotel dan Restoran di daerah penerima hibah. Kedua, hotel dan restoran masih berdiri dan beroperasi hingga Juli 2020, dan ketiga, hotel dan restoran memiliki perizinan berusaha.

Adapun untuk syarat teknis hibah pariwisata, Pemda yang menghitung alokasi bantuan kepada hotel dan restoran, berdasarkan proporsi kontribusi penyetoran Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) ke kas daerah (Kasda) dari masing-masing pengusaha hotel dan restoran sepanjang 2019.

Mekanisme penyaluran tahap I sebesar 70 persen untuk pengusaha (industri) hotel dan restoran. Tahap II sebesar 30 persen untuk injeksi kas daerah jika minimal 50 persen dana tahap I telah diteruskan Pemda kepada industri pariwisata.

author
Journalist & Content Writer