Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditunda, Ini Alasannya!

123berita.com – Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 4 rencananya dibuka Selasa (26/05/2020). Sayangnya, hari ini pendaftaran belum bisa dilakukan.

Melansir Tribunnews, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky, menjelaskan rencananya pendaftaran gelombang 4 mulai dibuka hari ini. Namun, pihaknya masih melakukan proses evaluasi di gelombang sebelumnya.

Dikutip dari Kompas.com, Panji juga menjelaskan Komite Cipta Kerja masih melakukan proses evaluasi pelaksanaan gelombang 1-3, serta mempertimbangkan berbagai masukan dari lembaga pengawas pemerintah.

Panitia masih melakukan evaluasi pada peserta Prakerja gelombang 1-3 dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja memprioritaskan pendaftar yang diusulkan kementerian/lembaga (K/L). Peserta yang diprioritaskan adalah para pekerja terdampak langsung pandemi virus corona (Covid-19).

Ia menyebutkan, hingga akhir tahun nanti, pemerintah akan membuka pendaftaran sampai 30 gelombang Kartu Prakerja melalui www.prakerja.go.id. Harapannya, para peserta yang belum memiliki informasi atau terlambat mendapatkan informasi pendaftaran Kartu Prakerja bisa mendaftar di gelombang selanjutnya.

Adapun hingga akhir tahun nanti, pemerintah menargetkan 5,6 juta peserta bisa menerima menfaat dari Kartu Prakerja dengan anggaran sebesar Rp20 triliun.

Melansir CNNIndonesia.com, penundaan disampaikan setelah beberapa waktu lalu Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni P Purbasari mengatakan pendaftaran gelombang IV akan dilakukan setelah Lebaran ini. Penundaan tersebut merupakan yang kedua. Awal Mei lalu, PMO program tersebut juga memutuskan menunda pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang IV.

Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Panji Winanteya Ruky, mengemukakan saat penundaan pembukaan pendaftaran pertama dilakukan karena kuota gelombang ketiga program Kartu Prakerja belum terpenuhi.

Ia mengatakan semula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan ada 300 ribu peserta gelombang ketiga program Kartu Prakerja. Baru setelah itu, gelombang keempat dibuka.

Namun, data PMO mencatat jumlah pendaftar yang memenuhi kualifikasi menjadi peserta baru mencapai 224 ribu orang sampai dengan hari penutupan pukul 15.00 WIB. Oleh karena itu, mau tidak mau pendaftaran gelombang keempat harus ditunda sampai kuota gelombang ketiga terpenuhi.

Alasan lain, kata Panji, juga karena PMO ingin membenahi administrasi yang belum selesai (back log). Sebab PMO mencatat ada 456.265 peserta di program Kartu Prakerja gelombang pertama dan kedua.

Kendati begitu, baru 360.650 peserta melakukan pembelian kelas pelatihan. Sementara sisanya, 95.615 peserta belum. Hal ini membuat jumlah peserta yang menyelesaikan kelas pelatihan pertama baru mencapai 219.489 peserta.

Lalu, baru 132.509 peserta punya akun e-money atau rekening bank mitra yang telah melakukan upgrade data pribadi (KYC). Sementara bank dan mitra pembayaran pun baru menyelesaikan verifikasi untuk 55.101 peserta. Total, baru 51.255 peserta mendapatkan transfer insentif bulan pertama sebesar Rp600 ribu per orang.

“Jadi ada back log dalam pelaksanaannya, ada yang belum selesai di masing-masing tahapan,” ujarnya.

“Kami ingin selesaikan back log ini dulu. Karena kalau back log ini belum terselesaikan tapi sudah ditambah lagi nanti akan tambah beban dan buat lambat proses,” tambahnya.

Lalu, untuk yang kedua, penundaan dilakukan karena PMO ingin mengevaluasi proses pendaftaran. Komite Cipta Kerja masih mengevaluasi proses pendaftaran, seleksi, dan penetapan peserta dengan mempertimbangkan masukan dari lembaga pengawas pemerintah,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/05/2020).

Ia belum memastikan kapan evaluasi akan selesai dilakukan dan pendaftaran akan dibuka kembali.

Insyaa Allah kalau sudah ditetapkan, saya akan umumkan,” katanya.

author
Journalist & Content Writer