Polisi Telusuri Aliran Dana Investasi Palsu Kampung Kurma Group

JAKARTA, 123berita.com – Bareskrim Polri mengusut kasus investasi bodong Kampung Kurma Group. Perusahaan itu diduga menjual lahan kavling atau properti palsu kepada pembeli tanpa adanya keuntungan sebagaimana dijanjikan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, menyampaikan ada sekira 2000 korban dalam kasus tersebut. Sejauh ini, sudah ada 35 saksi telah diperiksa penyidik Polri.

“Memang sudah sekitar kurang lebih 35 orang sudah diperiksa. Dan memang kesulitannya kan ini investasi bodong, jadi karena ada di enam lokasi dan ini berjauhan, ini yang membutuhkan waktu dan mengklarifikasi, termasuk aset-asetnya,” terang Brigjen Pol Awi Setiyono di Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2020).

Karo Penmas Divisi Humas Polri menjelaskan, perusahaan menawarkan sebanyak 4208 kavling kepada pembeli dengan bonus sebuah pohon kurma per kavling. Terdapat juga sejumlah fasilitas dijanjikan pengembang, seperti pesantren, masjid, arena olahraga, hingga kolam renang.

“Yang jadi masalah karena datanya yang memang amburadul, banyak tipu-tipunya, sehingga banyak waktu untuk klarifikasi,” tegas jenderal bintang satu, dilansir dari Portal Berita Resmi Polri, TribrataNews.

Total dana penjualan yang diperoleh atas investasi itu mencapai Rp333 miliar lebih. Dalam penelusuran penyidik, pembeli juga nyatanya terkendala proses peralihan akta jual beli (AJB) antara pemilik lahan dengan konsumen.

Mantan Irwasda Polda Jatim menjelaskan Kampung Kurma Group tidak memiliki izin usaha perantara perdagangan dengan properti. Penyelidikan yang telah dibuka sejak September 2020 itu hingga kini masih dalam proses penelusuran dan belum ada pihak ditetapkan sebagai tersangka.

Pos terkait