Resmi Sudah, BPOM Ijinkan Ivermectin Jadi Obat Covid19

Resmi Sudah, BPOM Ijinkan Ivermectin Jadi Obat Covid19
Resmi Sudah, BPOM Ijinkan Ivermectin Jadi Obat Covid19

123Berita.com – Meski uji klinik obat Ivermectin untuk pasien Covid-19 belum selesai, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk obat cacing itu sebagai obat Covid-19.

Total ada delapan obat yang telah direkomendasikan BPOM dalam penanganan pasien Covid-19 diantaranya Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexametason (tunggal).

Bacaan Lainnya

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization), BPOM akan mengatur sistem distribusi dan mekanisme pelaporan pemasukan dari distributor obat.

Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memantau penyaluran obat agar tidak terjadi kelangkaan obat pendukung penanganan Covid-19 ditengah masyarakat.

Akhir Juni lalu BPOM memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19. Keputusan ini berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memperbolehkan penggunaan Ivermectin dalma kerangka uji klinik.

“Pendapat sama diberikan badan otoritas obat yang memiliki sistem regulatori yang baik seperti The United States Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicines Agency (EMA), karena data uji klinik yang ada saat ini belum konklusif menunjang penggunaan Ivermectin untuk Covid-19,” katanya.

Pro dan kontra pun mencuat saat kali pertama Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan penggunaan Ivermectin sebagai obat terapi pasien Covid-19 di Indonesia.

Bakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak merekomendasikan Ivermectin untuk penanganan pasien Covid-19.

“IDI tidak merekomendasikan penggunaan Ivermectin pada pasien Covid-19 untuk sekarang ini, sama sekali tidak merekomendasikan,” kata Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar IDI, Zubairi Djoerban.

Pos terkait

BACA JUGA