Sadis! Kim Jong Un Tembak Mati Warganya di Depan Publik Gara-gara Covid-19

123berita.com – Pemerintah Korea Utara baru-baru ini mengeksekusi seorang warganya di hadapan publik lantaran dianggap melanggar tindakan karantina darurat Covid-19.

Menurut Radio Free Asia (RFA), seorang pria warga Korea Utara dieksekusi dengan cara ditembak mati oleh regu tembak. Pria itu dituduh telah menyelundupkan barang bersama rekan bisnisnya warga Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Eksekusi terbuka di depan publik sengaja dilakukan agar warga tak melanggar aturan karantina darurat Covid-19 di negara itu.

Korea Utara yang berbagi perbatasan sejauh 880 mil dengan Tiongkok, mengklaim bebas Covid-19. Namun, rezim totaliter Kim Jong Un telah menerapkan sejumlah pembatasan ketat demi menghentikan penyebaran virus corona, termasuk larangan melakukan perjalanan antarprovinsi.

Kasus penyelundupan di perbatasan Tiongkok dan Korea Utara memang kerap terjadi. Para penyelundup mencari nafkah dengan membawa barang-barang Tiongkok ke Korea Utara melewati penutupan perbatasan antara kedua negara. Hal itu menyebabkan diberlakukannya aturan lebih ketat.

“Sejak akhir November, Komite Sentral [Partai Pekerja Korea] telah meningkatkan tindakan karantina darurat yang ada menjadi tindakan karantina darurat ‘tingkat ultra-tinggi’,” kata salah seorang warga Provinsi Pyongan Utara di perbatasan Tiongkok kepada RFA’s Korean Service pekan ini.

“Eksekusi terbuka dilakukan karena korban didakwa melanggar karantina tepat sebelum tindakan darurat tingkat sangat tinggi berlaku sekitar 20 November. Seorang pria berusia 50-an tahun yang mencoba melakukan penyelundupan bersama mitra bisnis Tiongkok-nya ditembak pada 28 November,” tambah sumber itu, dikutip dari NZ Herald, Selasa (08/12/2020).

Di lain pihak, menurut seorang pejabat Pyongan Utara, kini warga semakin takut atas tindakan kontrol berlebih yang dilakukan pemerintah.

“Saat melakukan penjagaan perbatasan dari darat, udara, dan laut, pihak berwenang memerintahkan tentara untuk menembak siapa pun yang mendekati perbatasan tanpa syarat, terlepas dari siapa orangnya atau alasan mereka berada di daerah tersebut. Ini merupakan ancaman mutlak bagi warga daerah perbatasan,” kata sumber tersebut. (and)

Pos terkait

BACA JUGA