Sadis! Tentara Myanmar Berondong Warga Saat Pemakaman

Polisi mengarahkan senjatanya saat pasukan keamanan melakukan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa kudeta militer di Myitkyina di negara bagian Kachin Myanmar [Foto: Al Jazeera/Screengrab/Myitkyina News via AFPTV]
Polisi mengarahkan senjatanya saat pasukan keamanan melakukan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa kudeta militer di Myitkyina di negara bagian Kachin Myanmar [Foto: Al Jazeera/Screengrab/Myitkyina News via AFPTV]

123berita.com – Pasukan keamanan Myanmar menembaki warga yang tengah berkumpul menghadiri pemakaman salah satu dari 114 korban tewas pada Sabtu (27/03/2021). Akhir pekan lalu menjadi hari paling berdarah sejak kudeta 1 Februari, ketika kepala pertahanan dari 12 negara mengecam militer atas tindakan kerasnya terhadap para demonstran.

Reuters mengabarkan tak ada laporan tentang korban dalam penembakan di pemakaman pada Minggu (28/03/2021) di Kota Bago.

Bacaan Lainnya

“Saat kami menyanyikan lagu revolusi untuknya, pasukan keamanan tiba-tiba datang dan menembak kami,” kata seorang wanita bernama Aye.

“Orang-orang, termasuk saya, langsung berlari saat mereka melepaskan tembakan,” tambahnya.

Melansir Al Jazeera, Senin (29/03/2021), dua orang tewas dalam penembakan saat aksi protes pada Minggu dalam insiden terpisah di tempat lain. Satu orang tewas ketika tentara melepaskan tembakan ke sekelompok pengunjuk rasa di dekat Ibu Kota Naypyidaw. Sehari sebelumnya atau pada Sabtu, sedikitnya enam anak berusia antara 10 hingga 16 tahun termasuk di antara korban akibat tembakan aparat.

Atas insiden brutal itu, sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris Raya, dan Amerika Serikat sepakat menandatangani pernyataan bersama mengecam tindakan keras militer.

“Seorang militer profesional mengikuti standar internasional untuk perilaku dan bertanggung jawab untuk melindungi, bukan merugikan orang-orang yang dilayaninya,” kata para kepala pertahanan.

Pos terkait

BACA JUGA