Sebar Berita Bohong, Bos Grab Toko Diciduk Polisi

Grab Toko (Dok. Instagram @grabtokoid)
Grab Toko (Dok. Instagram @grabtokoid)

Dita sebenarnya sudah mencoba menghubungi layanan disediakan Grab Toko, namun tak pernah ada jawaban 

“Di tanggal 6 Januari kemarin belum ada kabar apa pun,” ucapnya di Polda Metro Jaya, Kamis (07/01/2021) lalu. 

Dita bukanlah korban satu-satunya. Tercatat ada beberapa orang senasib dengannya. Dita pun memutuskan menghimpun sejumlah orang yang diduga menjadi korban penipuan. Tercatat, ada 600 orang telah tergabung di dalam beberapa grup media sosial. 

“Saya lihat di Instagram Grab Toko, katanya dia ditipu, duitnya dibawa kabur investor. Di situ kami semua masuk grup. Ada ratusan orang. Kami ada dua grup WhatsApp dan satu grup Telegram. Dua grup WhatsApp itu masing-masing 250 orang dan satu lagi di Telegram itu 70 sampai 80 orang,” kata dia. 

Dita bersama korban lainnya sepakat menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus ini. Laporan diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/96/I/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tertanggal 7 Januari 2021.  

Selain itu, Dita dan korban lain menuntut Grab Toko mengembalikan uang yang sudah disetorkan. Menurutnya, total kerugian korban mencapai Rp1 miliar. 

“Kami konsumen, kami sudah bayar. Beli barang kalau emang barangnya nggak diproses, kembalikan uang kami, jangan menghilang gitu aja. Kemarin IG-nya nggak bisa kami akses, sama CS-nya pun tidak balas chat kami sampai detik ini,” beber Dita.

Pos terkait