Serang 2 Desa dan Aniaya Warga, 45 Oknum PSHT Situbondo Ditahan

SITUBONDO, 123berita.com – Sebanyak 45 oknum Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo dijadikan tersangka lantaran terlibat aksi tindak pidana kekerasan terhadap benda dan penganiayaan terhadap orang secara bersama-sama. Kini, Rabu (12/08/2020), para tersangka diamankan di Mapolres Situbondo guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, sangat disesalkan kejadian di masa menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 RI terjadi perbuatan tindak pidana.

Organisasi perkumpulan apa pun di Indonesia selalu memiliki hakikat tujuan melindungi segenap bangsa dan rakyat Indonesia. Untuk itulah, perbuatan itu kontra produktif dengan tujuan berdirinya organisasi perguruan silat mana pun atas kejadian tersebut.

Sementara tim penyidik (Polda Jatim dan Polres Situbondo) telah melakukan langkah tindak lanjut respons cepat dan prosedural melakukan pengungkapan. Tercatat 80 orang diamankan penyidik, 45 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka di mana sembilan orang pelaku adalah anak-anak di bawah umur.

Kesembilan anak itu diberlakukan aturan secara khusus oleh penyidik dengan tidak melakukan penahanan. Mereka dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing.

“Tidak ada ruang atau tempat pada aksi premanisme dan anarkis di Jawa Timur. Atas nama undang undang, Polda Jatim akan mengungkap secara profesional dan tuntas,” tandas Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dilansir dari laman Portal Berita Resmi Polda Jatim, Tribrata News Polda Jatim.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 ayat (1) jo 160, 214, 216, 55 dan 56 KUH Pidana dengan tidak mengindahkan petugas melakukan tindakan kekerasan secara bersama sama.

Kejadian bermula saat kelompok pencaksilat dari oknum PSHT Kabupaten Situbondo, melakukan perayaan kenaikan pangkat. Saat melintas di depan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran dan Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, beberapa orang mengambil bendera merah putih milik salah satu warga sekitar.

Mengetahui bendera diambil oknum anggota PSHT, warga tak terima dan terjadi cekcok antara kedua belah pihak.

Kejadian itu membuat anggota PSHT tak terima dengan perlakuan warga. Pada Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB, anggota PSHT dengan massa diperkirakan ratusan orang ini kembali dan melakukan penyerangan ke rumah warga.

Mereka melempar batu serta melakukan perusakan barang milik warga, di antaranya rumah, kios, dan mobil. Selain melakukan perusakan, mereka juga melakukan penganiayaan terhadap warga sekitar.

“Hari Senin, Polres Situbondo mendapatkan laporan dari warga bahwa ada perusakan dan penganiayaan terhadap warga Desa Kayu Putih dan Desa Trebungan Kecamatan Panji. Atas laporan tersebut, anggota menuju ke lokasi melakukan penyelidikan,” ucap Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, Rabu (12/08/2020).

Atas kejadian itu, sedikitnya lima orang warga Desa Kayu Putih mengalami luka-luka dan dilakukan perawatan di Rumah Sakit Situbondo. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap sembilan tersangka pelaku penganiayaan dan perusakan di Desa Kayu Putih. Sementara dari Desa Trebungan sebanyak 36 orang tersangka, sehingga ada 45 orang ditetapkan tersangka.

“Dari kejadian tersebut, anggota mengamankan 45 orang dari perguruan PSHT dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” pungkas Kapolres.

author
Journalist & Content Writer