Serbu Milisi, Militer Myanmar Kuasai Kota Mindat

Militer Myanmar (Foto: BBC/Reuters)
Militer Myanmar (Foto: BBC/Reuters)

Awal pekan ini pemerintah mengumumkan darurat militer di kota itu. Mereka menggambarkan warga yang menentang otoritasnya di sana sebagai teroris. Pemerintah juga mengatakan akan membentuk pengadilan militer guna mengadili mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan keamanan.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengutuk kekerasan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Penggunaan senjata perang oleh militer terhadap warga sipil, termasuk pekan ini di Mindat adalah demonstrasi lebih lanjut tentang upaya rezim untuk mempertahankan kekuasaan,” kata Kedutaan AS dalam sebuah pernyataan.

“Serangan terhadap warga sipil adalah ilegal dan tidak dapat dibenarkan,” ujar Kedutaan Inggris dalam pernyataannya.

Militer Myanmar telah melakukan pengambilalihan kekuasaan pada Februari lalu. Mereka menuduh telah terjadi kecurangan selama pemilihan umum akhir tahun lalu hingga membawa pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) -nya ke tampuk kekuasaan.

Sebagai gantinya, militer berjanji mereka akan menggelar pemilihan secara bebas dan adil setelah keadaan darurat selesai. Hal itu pun ditanggapi warga Myanmar dengan aksi protes secara luas. (and)

Pos terkait

BACA JUGA