[Update] – 56 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,2 Sulbar

Gempa kuat dengan magnitudo M6,2 mengguncang Majene Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/01/2021) dini hari pukul 01.28 WIB, mengakibatkan banyak bangunan ambruk (Foto: Instagram @infomamuju_)
Gempa kuat dengan magnitudo M6,2 mengguncang Majene Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/01/2021) dini hari pukul 01.28 WIB, mengakibatkan banyak bangunan ambruk (Foto: Instagram @infomamuju_)

JAKARTA, 123berita.com – Berdasarkan data per Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 pada Jumat (15/01/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 56 orang. Rinciannya 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majene.

Selain itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengungkapkan terdapat 637 korban luka di Kabupaten Majene. Rinciannya, antara lain 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan. Sementara di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap.

Bacaan Lainnya

“BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak,” tambahnya, dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id.

Pusdalops BNPB memutakhirkan informasi saat ini bahwa aliran listrik di Kabupaten Majene sebagian sudah menyala. Sementara di sebagian wilayah Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik, sedangkan setengahnya masih mengalami gangguan.

Selanjutnya, jalur darat menghubungkan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali pulih dan dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (16/01/2021) sore.

Jalur tersebut, dikatakan Raditya Jati, dapat kembali dibuka setelah Dandim 1401/Majene, Letkol Inf Yudi Rombe dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin, menugaskan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 8/SMG untuk membuka akses menggunakan alat berat.

Pos terkait

BACA JUGA